Senin, 10 Juni 2013

Peradaban Romawi




















       Peradaban Romawi









Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Masa Esa, karena dengan rahmat-Nya penulis bisa menyelesaikan Laporan yang berjudul “PERADABAN ROMAWI”. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas Sejarah yaitu Peradaban Dunia.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat menambah informasi tentang peradaban bangsa romawi dan  bermanfaat untuk pengembangan wawasan pembacanya.


Bekasi, 11 Mei 2012

Penulis


Daftar isi

Kata Pengantar........................................................................1
Daftar Isi..................................................................................2
I.Asal Mula Peradaban Romawi...............................................3
a.Peradaban Romawi Lembah Alpen...................................................................3
b.Perdaban Romawi Suku Latia........................................................................3-4
II.Sistem Pemerintahan Romawi.............................................4
a.Kerajaan (Monarki)..........................................................................................4
b.Republik Romawi.........................................................................................5-10
c.Kekaisara Romawi......................................................................................10-15
III.Perkembangan Agama dan Nama dewa-dewa Romawi.............................................................................15-16
IV.Runtuhnya Peradaban Romawi.........................................16
V.Peninggalan Kebudayaan Romawi.....................................17
1.Seni Bangunan...........................................................................................17-19
2.Seni Sastra.....................................................................................................20
3.Ilmu Pengetahuan......................................................................................20-22
4.Pemerintahan,Militer dan Hukum............................................................22-23
VI.Pengaruh Peradaban Yunani dan Romawi pada Masyarakat Indonesia...............................................................................23



Romawi
   Menurut kepercayaan,kata Romawi berasal dari nama kakek moyang Romawi yaitu Romus dan Romulus . Kedua orang tersebut adalah anak dari Rhea Silva,salah satu keturunan Aeneas( Pahlawan Perang Troya),semasa kecil mereka dibesarkan oleh serigala.
      I.            Asal Mula Peradaban Romawi
a.Peradaban Romawi Lembah Alpen
   Peradaban romawi ini terletak di Italia,tepatnya di pegunungan alpenia. Lembah alpen merupakan tempat yang subur dan cocok untuk pertanian,oleh karena itu masyarakat yang tinggal disana memiliki mata pencaharian sebagai petani gandum,jagung dan sayur-sayuran.
    Di pegunungan alpenia di temukan berbagai tambang mineral yakni emas,bijih besi,tembaga,batu pualam dan marmer.malah,marmer yang dihasilkan berkualitas tinggi dan baik untuk bahan bangunan.

b.Peradaban Romawi Suku Latia
   Layaknya sebuah peradaban,peradaban romawi dikembangkan oleh sekelompok orang.Sekelompok orang itu adalah anggota dari Suku Latia.Suku latia hidup dan berkembang di lembah sungai Tiber.Suku latia hidup bertani dan tanah yang mereka tinggali memiliki kesuburan yang luar biasa,sehingga mereka menamakan tanah tersebut Latium.

   Peradaban romawi memiliki pusat kebudayaan yang terletak di Kota Roma.Kota Roma berada di muara sungai Tiber.Awalnya Roma adalah sebuah kota kecil yang berada diantara tujuh bukit.Bukit tersebut antara lain,Capitalon yang menjadi pusat keramaian,Quirinalle yang menjadi pusat tertinggi,Avantine bukit yang diatasnya terdabat Kuil Diana yang merupakan dewi bangsa latin,serta bukit Vinninal,Esqualine dan Caeline.

   II.            Sistem Pemerintahan Romawi
Secara garis besar sejarah romawi kuno dibagi menjadi tiga, yaitu:

a.     Kerajaan (Monarki) 750 SM-500 SM
Pada mulanya Romawi berbentuk kerajaan (Monarkhi)dengan rajanya yang pertama adalah Romulus. Raja-raja Romawi ini berasal dari keturunan pendatang yaitu bangsa Etruska yang memerintah penduduk asli sebelumnya yaitu suku bangsa Latin.

Meskipun di bidang ekonomi kerajaan Roma mengalami perkembangan namun bangsa Latin merasa tidak senang terhadap penguasa asing yang mengenakan undang-undang militer kepada mereka. Terjadilah pemberontakan penduduk Roma yang berhasil menggulingkan raja Tarquin yang sombong sebagai raja terakhir Romawi pada tahun 509 SM dipimpin oleh Lucius Junius Brutus.
.
b.    Republik Romawi, 500 SM-27 SM
Pada masa Republik Romawi pembagian penduduk didasarkan atas dua golongan yaitu: Patricia dan Plebea. Patricia berasal dari kalangan pemilik tanah yang luas atau orang yang secara turun temurun sudah merupakan kelas aristrokat (bangsawan). Golongan patricia dianggap sebagai warga negara secara penuh. Patricia berasal dari bahasa Latin “patres” yang berarti ayah, sedangkan Plebea berasal dari bahasa Latin “plebs” yang berarti orang banyak. Mereka dianggap warga negara secara tidak penuh, namun masih memiliki beberapa hak politik dan hak untuk mengumpulkan kekayaan.

Orang-orang dari golongan patricia memegang kedudukan dalam lembaga-lembaga politik yaitu Konsul, Senat dan Majelis atau Asembly. Masing-masing lembaga politik tersebut dapat Anda pelajari rinciannya sebagai berikut :
a.     Konsul:
merupakan jabatan pemegang eksekutif untuk masa jabatan satu tahun. Konsul berjumlah 2 orang. Masing-masing konsul memiliki hak saling memveto sehingga keputusan penting harus didukung oleh kedua orang tersebut. Konsul juga merupakan panglima angkatan perang.Dalam keadaan darurat perang dengan persetujuan senat, konsul dapat menyerahkan kekuasaan hanya ketangan satu orang yang disebut “diktator” yang pengertiannya sangat berbeda dengan diktator jaman sekarang. Diktator pada jaman Republik Romawi menjaga kekuasaan secara konstitusional dalam waktu pendek paling lama 6 bulan.
.
b.    Senat:
adalah Dewan yang anggotanya hanya terdiri dari orang-orang patricia, berjumlah sekitar 300 orang, berasal dari mantan pejabat konsul. Konsul tunduk pada senat. Senat juga memiliki hak veto terhadap keputusan Majelis. Dari uraian di atas jelas bahwa Senat memiliki pengaruh yang sangat besar di Romawi.
.

c.     Majelis:
adalah lembaga yang anggotanya berasal dari golongan patricia maupun plebea.
Tugas Majelis adalah :
§  memilih para konsul dan pejabat-pejabat yang lain.
§  menyetujui atau menolak perundang-undangan yang diajukan oleh konsul dan senat.
.
Pada awal pemerintahan Republik Roma merupakan suatu Oligarkhi karena yang menduduki posisi penting dalam pemerintahan adalah sekelompok kecil orang-orang dari golongan patricia. Dalam perkembangan kemudian untuk memberikan kesempatan yang sama bagi golongan plebea duduk dalam lembaga-lembaga pemerintahan dibuatlah undang-undang pertama Roma yang tertulis tahun 449 SM. Yang dikenal sebagai “Dua Belas Tabel”
Susunan masyarakat setelah bersatunya golongan bangsawan dan masyarakat biasa adalah sebagai berikut :
- optimat : terdiri dari bangsawan dan rakyat biasa yang kaya
- equites : para pedagang dan pengusaha
- populus : rakyat biasa yang memiliki suara di Dewan Rakyat
- budak : tawanan perang, yang tidak mempunyai hak
- poletar : warga negara Roma yang hanya memiliki dirinya sendiri

Selama masa Republik apakah wilayah Romawi bertambah luas? Dapat Anda pastikan wilayah Romawi semakin luas. Untuk memperkuat pertahanannya selain Romawi mengembangkan pemerintahan yang teratur juga meningkatkan angkatan perangnya.

Republik Roma mewajibkan seluruh warganya masuk dinas ketentaraan. Unit angkatan perang dikenal dengan nama Legiun yang terdiri dari 3600 prajurit. Legiun dibagi menjadi kelompok kecil antara 60 hingga 120 orang yang disebut Maniple (secara hurufiah berarti segenggam). Ekspansi yang dilakukan oleh Romawi adalah sebagai berikut:
4.    Sampai dengan tahun 265 SM, Romawi berhasil menduduki Jazirah Apenina termasuk koloni Yunani.
.
5.    Terlibat perang Phunicia yang berlangsung sampai 3 kali. Sebab perang Phunicia adalah permintaan raja Syracuse dari Sicilia terhadap Roma untuk membantu menghadapi expansi Kartago.
§  Perang Phunicia I tahun (264 - 241SM) Romawi menang dan memperoleh Sicilia Barat sebagai penghasil gandum.
§  Perang Phunicia II (218 - 201 SM). Pasukan Kartago dipimpin oleh Hannibal mengerahkan kekuatannya untuk masuk ke Italia melalui Spanyol dan Pegunungan Alpen. Hannibal juga meminta bantuan Suku Gaul untuk memperkuat pasukannya. Walaupun demikian Hannibal gagal menaklukkan Romawi, bahkan pasukan Romawi yang dipimpin oleh Scipio berhasil menyerbu Afrika Utara. Pada tahun 201 SM Kartago tunduk kepada Roma dan menyerahkan daerah jajahannya di Spanyol kepada Roma.
§  Perang Phunicia III (149 - 146 SM).
Pasukan Romawi dapat menghancurkan Kartago setelah senator Romawi yang bernama Cato berpidato “Delenda est Carthago” (Karthago harus dihancurkan). Bangunan-banguna dihancurkan rata dengan tanah dan wilayah kekuasaannya dijadikan wilayah kekuasaan Romawi.
.
6.    Pada awal kedua SM, Romawi dapat mengalahkan Macedonia dan Syiria. Setelah berhasil menaklukkan daratan di sekitar Laut Tengah maka bangsa Romawi menganggap Laut Tengah sebagai miliknya. Laut Tengah disebut Mare nostrum atau Laut Kita

Siapakah para negarawan Romawi pada masa Republik? Negarawan-negarawan Romawi tersebut antara lain:
a.     Tiberius Gracchus (163 - 133 SM). Ia berusaha memperbaiki nasib para petani melalui Land reform (pembaharuan hak pemilikan tanah) namun gagal dan terbunuh.
b.    Gayus Gracchus (153 - 121 SM). Ia melanjutkan tindakan Land reform namun juga tewas ditangan musuh.
c.     Marius (155 - 86 SM) yang berkuasa secara otokratis namun gagal dalam memperbaiki kehidupan politik.
d.    Sulla (83 - 79 SM). Semasa pemerintahannya, ia banyak memihak senat. Ia memerintah sebagai diktator selama 4 tahun.
e.     Trium Vurat I (Tiga Serangkai) yaitu Pompeyus, Crussus dan Yulius Caesar.

Dari ketiga tokoh tersebut akhirnya Yulius Caesar tamoil sebagai penguasa tunggal. Untuk mengenal tokoh Yulius Caesar, amatilah gambar di bawah ini.

Catatan menarik yang perlu Anda ketahui mengenai tokoh Yulius Caesar adalah: mengalahkan bangsa Galia di Perancis Selatan, kemudian dibukukan dengan judul “Oe Belo Gallica”

§  Dalam peperangannya di Asia Kecil, ia mengirim pesan yang terkenal ke Roma yang berbunyi Veni, Vidi, Vici artinya: saya datang, saya melihat dan saya menang.
§  Memperbaharui kalender Romawi sehingga disebut Kalender Julian yang hitungannya setahun ada 365 hari serta dikenal tahun kabisat seperti kalender sekarang. Tahukah Anda tahun kabisat itu?
§  Kelahiran Yulius Caesar adalah melalui operasi sehingga persalinan dengan operasi kini disebut operasi caesar. Keberhasilan Yulius Caesar sebagai penguasa Roma menimbulkan iri hati para musuhnya antara lain Brutus dan Cassius yang membunuh Yulius Caesar tahun 14 SM.
.
f.       Bagaimana situasi Romawi sepeninggal Yulius Caesar?
Kematian Yulius Caesar menyebabkan kekacauan di Romawi. Muncullah tiga serangkai yang kedua terdiri dari Octavianus (anak angkat Yulius Caesar) dengan Lepidus dan Antonius.

Ketiga tokoh tersebut segera membagi kekuasaan. Leppidus di Afrika Utara, Octavianus menguasai wilayah barat yang berkedudukan di Roma sedangkan Antonius menguasai wilayah timur yang berkedudukan di Mesir yang saat itu diperintah oleh ratu Cleopatra. Mesir mempunyai kedudukan yang strategis antara lain sebagai gudang gandum untuk Roma.

Antonius terpikat dan menikahi Cleopatra yang mempunyai keinginan yang sama untuk membebaskan Mesir dari kekuasaan Republik Romawi. Hal ini menimbulkan kemarahan Octavianus sehingga terjadilah peperangan. Kedua pasukan bertemu di Teluk Actium (Italia Selatan) yang dimenangkan oleh Octavianus. Antonius dan Cleopatra kembali ke Mesir dan bunuh diri.
.
c.     Kekaisaran Romawi 27 SM-395
Seperti yang telah Anda pelajari melalui bagan sistem pemerintahaan Romawi pada uraian di depan maka pada masa kekaisaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu. Masa pax Romana (Inperium Romawi) dari tahun 27 SM sampai dengan tahun 180 M Antara tahun 180-395 Kekaisaran Romawi mengalami masa Kemunduran.

Pada masa Pax Romana, Imperium Romawi mengalami masa kejayaan yang diperintah oleh 16 orang kaisar mulai dari kaisar Oktavianus Agustus sampai Marcus Aurelius.

Apakah Anda mengetahui makna Pax Romana?
Pax Romana berarti perdamaian di bawah pemerintahan Romawi, maksudnya
seluruh wilayah yang dikuasai oleh imperium Romawi tunduk di bawah
pemerintah Romawi yang kuat. Sebagai perbandingan,Belanda selama
menjajah Indonesia pernah memperaktekan istilah Pax Neer landica di Indonesia
(Hindia Belanda).
d.   
Apakah Anda sudah memahami? Jika sudah, Bagus! Sekarang Anda dapat melanjutkan pada uraian berikutnya mengenai pemerintahan kaisar-kaisar Roma.
 .       Octavianus Augustus (27 SM - 14 SM) Setelah mengalahkan Antonius, Octavianus menjadi orang terkuat di Romawi. Oleh senat ia diangkat menjadi kaisar yang pertama. Ia memperoleh beberapa gelar yaitu: augustus artinya maha mulia, Imperator artinya panglima tertinggi, Pontifex Maximus artinya kepala agama bahkan kemudian dianggap sebagai dewa, Princep Civitas artinya warga kota yang utama. Kaisar Augustus memerintah secara diktator namun disegani oleh rakyatnya.

Pada masa pemerintahannya lahirlah Nabi Isa (Yesus Kristus) di Judea sebagai salah satu propinsi/daerah jajahan Romawi. Ajaran Kristen kemudian menyebar ke Roma dan pengaruhnya besar sekali terhadap peradaban Eropa. Pemerintahannya maju pesat sehingga disebut jaman keemasan Romawi. Kota Roma dibangun sangat megah, hubungan dagang yang luas bahkan sampai ke Cina melalui jalan sutera (silk road).

Dalam bidang pemerintahan, tindakan kaisar Octavianus yang penting adalah:
§  mengadakan konsolidasi pemerintahan,
§  menghilangkan kekuasaan Senat,
§  membangun administrasi yang tersentralisasir dan efektif,
§  peresmian lembaga adopsi (pengangkatan) sebagai pewaris kekayaan, dan
§  memberikan subsidi bagi warga negara yang kawin secara syah.
.
a.     Tiberius (14 - 37 ): merupakan anak tiri yang sekaligus menantu kaisar Augustus.
.
b.    Caligun (37 - 41 ): dianggap kaisar sinting karena mengangkat kuda
kesayangannya menjadi konsul.
.
c.     Claudius (41-54):
menempatkan Inggris selatan dibawah pengawasan Romawi.Ia memperkenalkan adat istiadat kesusasteraan dan bahasa latin sehingga berpengaruh bagi kebudayaan Inggris.
.
d.    Nero (54- 68):
merupakan kaisar yang kejam. Ia tega membunuh ibunya, saudaranya, istrinya, bahkan gurunya bernama Seneca. Ia membakar kota Roma namun dituduhkan orang-orang kristen sebagai pelakunya sebagai alasan untuk menganiaya mereka.
.
e.     Galba (68 - 69)
.
f.       Otho (69)
.
g.     Vittellius (69)
.
h.    Vespasianus (69 - 79), merupakan kaisar yang membangun Colloseum.
.
i.       j. Titus (79 - 81), ia diperintah oleh Vespasianus, ayahnya untuk menggempur Yerusalem dan mengusir bangsa Yahudi keluar dari negerinya. Pada masa pemerintahannya meletuslah Gunung Vesuvius yang menghancurkan kota Pompeii.
.
j.       Domitianus (81 - 96),
berhasil menguasai Inggris dan Scotlandia. Ia menuntut dirinya disembah sebagai dewa.
.
k.     Nerva (96-98)
.
l.       Trayanus (98 - 117).
Imperium Romawi pada masa Trayanus memiliki wilayah terluas meliputi: sebelah barat adalah Laut Atlantik, sebelah timur adalah sungai Eufrat dan Laut Hitam, sebelah utara adalah sungai Donau dan sungai Rhein, sebelah selatan adalah Gurun Sahara dan Gurun Arabia.
.
m. Hadrianus (117 - 138).
Merupakan kaisar yang membangun tembok (limes) terutama di Inggris dan Eropa Tengah antara sungai Rhein dan sungai Donau.

Gambar tersebut menunjukkan limes Hadrianus yang dibangun sepanjang 118 km di Inggris. Masih ingatkah Anda, bangsa mana yang membangun tembok besar seperti peninggalan kaisar Hadrianus tersebut? Apakah fungsinya?
.
n.    Antonius Pius (138 - 161)
.
o.    Marcus Aurelius (161 - 180):
merupakan kaisar yang gemar ilmu pengetahuan, filsafat dan sastra. Bagaimana para kaisar mampu memerintah atas wilayah imperium yang sangat luas itu? Hal itu dimungkinkan karena pemerintahan lebih bersifat federasi dari pada desentralisasi. Tiap-tiap negara boleh menyelenggarakan pemerintah sendiri dengan kewajiban: membayar pajak, membantu tenaga untuk berperang serta menyelenggarakan dan mengawasi upacara pemujaan kepada kaisar.

Sejak tahun 180 kekaisaran Romawi mengalami kemunduran. Kurang lebih 100 tahun Romawi diliputi oleh kekerasan dan perang saudara. Beberapa kaisar yang memerintah pada masa kemunduran ini antara lain: Diocletianus (284 - 305), merupakan kaisar yang kejam. Ia memerintahkan pembunuhan perhadap pengikut agama kristen. Mereka yang berhasil meloloskan diri membuat lubang perlindungan di gua-gua karang yang disebut Catacombe. Kaisar berikutnya adalah Konstantin yang Agung (324 - 337). Ia memindahkan ibukota Romawi dari Roma ke Bizantium (Konstantinopel) yang kini disebut Istambul. Pada tahun 313 Konstantin mengeluarkan Edic Milan yang berisi perintah menghentikan pengejaran terhadap umat kristen dan menetapkan agam kristen menjadi agama resmi negara: Kaisar Thedosius (378 - 395) menetapkan agama kristen sebagai agama negara. Ia membagi wilayah kekaisaran untuk kedua putranya: Kekaisaran Romawi Barat beribukota di Roma untuk Honorius, putra bungsunya dan putra sulung yang bernama Archadius berkuasa di Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel.

Setelah membaca uraian di atas, mungkin dalam hati Anda timbul pertanyaan:
“Bagaimana keadaan kekaisaran Romawi Barat dan Timur setelah pembagian pada tahun 395 itu”? Tentukanlah jawabannya dengan membaca uraian di bawah ini.

Keadaan Romawi Barat mengalami kemunduran baik dalam bidang perdagangan maupun industri, akibatnya keuangan negara lemah, inflasi tidak tertahankan lagi dan nilai uang merosot. Para pedagang mengalihkan usahanya ke bidang pertanian, proses ekonomi berubah arah dari perekonomian uang ke rumah tangga perekonomian tertutup. Kota mundur dan keamanan tidak terjamin. Pada abad 5 yaitu tahun 476 Odouker menamakan dirinya raja Germania di Italia. Romawi Barat terpecah menjadi beberapa kerajaan yang diperintah oleh rajaraja Germania. Seperti Goth Timur, Goth Barat, Burgundia, Vandal, Lambordia dan Francia (Perancis, Belgia, Belanda, Jerman Barat).

Romawi Timur memiliki wilayah meliputi: Semenanjung Balkan, Asia Kecil (sampai Armenia), Syiria sampai Eufrat dan Mesir. Setelah tahun 476 hubungan Romawi Barat dan Romawi Timur praktis putus. Romawi Timur dapat bertahan sampai tahun 1453 dengan melakukan perdagangan dan setiap serangan dari bangsa Barbar disikapi dengan memberi upeti. Pada tahun 1453 Konstantinopel dikuasai oleh Sultan Muhammad II dari Turki-kaisar Romawi Timur yang terkenal adalah Yustinianus.

III.             Perkembangan Agama danNama-Nama Dewa Romawi
Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat anisme. Apakah Anda masih ingat apa arti anisme? Anisme adalah kepercayaan dan pemujaan terhadap roh.
Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti:
  • Vesta yaitu roh pengurus api tungku
  • Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
  • Penates yaitu roh penjaga lumbung
peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.
Bagaimana perkembangan kepercayaan bangsa Romawi berikutnya? Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama yang baru ini mulai berkembang bahkan sampai di Roma sebagai pusat pemerintahan. Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas). Mengapa para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen? Karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah:
a.     bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme,
b.    menolak pendewaan kaisar,
c.     menolak perbudakan, dan
d.    menolak wajib militer dan berperang.
Berkaitan dengan kepercayaan itu berkembanglah bangunan pemujaan terhadap dewa-dewi seperti gedung Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah disebut gereja Santo Petrus.
Dari uraian mengenai kepercayaan Romawi di atas terdapat nama-nama dewa yang juga dipakai untuk nama-nama planet di jagat raya
IV.            Runtuhnya Peradaban Romawi
Penyebab runtuhnya peradaban romawi diantaranya yaitu,Perubahan Iklim,Bencana alam,Peperangan.
 V.            Peninggalan Kebudayaan Romawi
1.Seni Bangunan
a. Tiang Marcus Aurelius
Tiang Marcus Aurelius sebenarnya tidak dibangun oleh kaisar Marcus Aurelius, melainkan oleh putranya Commodus, sekitar tahun 180-190 M. Commodus ingin mengabadikan kemenangan ayahnya dalam perang melawan suku Marcommani di utara Romawi (Swiss modern). Tiang Marcus Aurelius mirip dengan Tiang Trajanus, tapi reliefnya lebih detail dan pengambarannya lebih dalam dan kejam. Selain itu Marcus Aurelius tidak sesukses Trajanus dalam perangnya, jadi ada banyak adegan sedih dalam tiangnya. Di keseluruhan sisi tiang, digambarkan para tentara Romawi yang sedang berperang.


 





b. Istana Emas Nero
 Setelah terjadi Kebakaran Besar di kota Roma pada tahun 64 SM, banyak lahan-lahan yang menjadi kosong. Kaisar Nero memanfaatkan lahan-lahan kosong itu untuk membangun sebuah istana di pusat kota Roma. Dia menyebutnya Istana Emas (Domus Aurea). Istana Emas digambarkan oleh Suetonius dalam tulisannya. Kini reruntuhan Istana Emas sudah berhasil digali.

     Istana Emas adalah bangunan yang sangat mewah. Di dalamnya ada ruang makan berdinding delapan dengan atap berlukiskan bulan dan bintang. Atap itu dapat dibuka sehingga pemandangan lanngit dapat dilihat dari sana. Di depan Istana Emas, ada patung kaisar Nero yang dilapisi emas. Patung itu disebut Colossus.

c. Insulae
Di kota-kota besar, banyak orang Romawi yang tinggal di bangunan apartemen yang disebut Insulae. Pada tahun 100-an M, ada hampir 50.000 bangunan apartemen di Roma, sementara rumah pribadi berjumlah kurang dari 2000. Pada awalnya insulae dibangun dari kayu dan terdiri dari tiga atau empat lantai. Di kemudian hari, karena kayu mudah terbakar, insulae pun dibangun dari batu bata.
d. Akuaduk
Seiring kota-kota Romawi menjadi semakin besar, maka kebutuhan terhadap pasokan air pun bertambah. Saluran pembuangan dialirkan ke sungai sehingga sungai tidak layak untuk dijadikan sumber air oleh rakyat Romawi. Akhirnya pemerintah Romawi memutuskan untuk membangun saluran air dari batu yang sangat panjang dan digunakan untuk mengalirkan air bersih dari bukit terdekat sampai ke kota. Bangunan ini disebut Akuaduk, dari kata aqua (air) dan ductus (saluran). Akuaduk pertama dibangun di kota Roma sebelum kemudian dibangun juga di kota-kota lain. Pada akhirnya, sebagian besar kota di Romawi punya setidaknya satu Akuaduk, sementara kota besar seperti Roma bisa punya sampai sepuluh Akuaduk.
e. Kuil Kastor dan Pollux
 Kuil Kastor dan Pollux ada di ujung Forum Romawi, di dekat Pelengkung Septimius Severus. Dalam pertempuran Danau Regillus melawan pasukan Etruska pada 496 SM, beberapa prajurit berkata bahwa mereka telah melihat dua dewa kembar Kastor dan Pollux. Kedua dewa itu membantu pasukan Romawi. Setelah menang dalam pertempuran itu, rakyat Romawi memutuskan untuk membangun sebuah kuil untuk kedua dewa itu. Kuil itu selesai dibangun pada tahun 494 SM pada awal masa Republik. Kuil itu dipugar lagi pada tahun 117 SM dan 73 SM.   
 Pada akhirnya Kuil Kastor dan Pollux mengalami kebakaran dan hancur. Pada tahun 6 SM, kaisar Tiberius membangunnya lagi dengan arsitektur bergaya Korinthos. Kuil itu dipakai sebagai tempat penyimpanan harta kekaisaran. Setelah Romawi runtuh, banyak bagian dari kuil itu diambil untuk dipakai pada bangunan lain hingga tinggal tiga tiang saja yang tersisa. Ketiganya runtuh saat terjadi gempa bumi. Kini ketiga tiang itu sudah dipugar kembali.


 




2.  Seni Sastra
Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi mendapat pengaruh yang kuat dari Yunani namun berangsur-angsur karya sastranya menampakkan ciri khas Romawi. Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga Romawi kuno. Antara lain:
  • Horatius dengan karyanya berjudul Oda
  • Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus
  • Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum Alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom.
  • Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses.
  • Cicero yang ahli pidato dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”.
  • Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin.
  • Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero.
    .
Demikian uraian mengenai seni sastra. Apakah Anda tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai karya sastra para pujangga Romawi? Jika ya, pinjamlah di perpustakaan sekolah penyenggara, mungkin ada buku-buku yang Anda inginkan. Peninggalan budaya selanjutnya yang dapat Anda pelajari adalah ilmu pengetahuan.
.
3.  Ilmu Pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno. Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, ahli dalam bidang obat-obatan, anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus dan berpendapat materi itu terdiri dari atom.



Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia sekarang. Merka telah menggunakan radas kedokteran seperti pada gambar di atas. Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200 perkakas kedokteran untuk memeriksa bagian dalam ibu yang mengandung. Radas yang disebut spekulum ini menyerupai radas yang digunakan jaman sekarang.

Pada gambar 5.23 di atas adalah alat-alat bedah antara lain jepitan (Tweezer). Para dokter berhasil melakukan operasi gondok, amandel, dan batu ginjal. Para dokter berhasil menolong kelahiran seorang bayi yang tidak dapat dilahirkan secara normal yang disebut operasi caesar (disebut demikian karena pertama kali untuk melahirkan Yulius Caesar).

Banyak istilah-istilah kedokteran sekarang yang menggunakan bahasa Latin. Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan tentang hukum, bahasa, pengetahuan obat-obatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga lahirlah istilah “mensana in corporesano”. Tahukah Anda, apa arti ungkapan tersebut? Majunya peradaban Romawi juga dibuktikan melalui tata pemerintahan yang teratur, militer yang tangguh dan hukum yang mantap seperti yang dapat Anda pelajari berikut ini.
.
4.  Pemerintahan, Militer dan Hukum
Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi
sebagai berikut:
  • pemerintahan sentralisasi, berpusat pada kaisar.
  • pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat.
  • komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh jalan yang baik.
  • secara berurutan dari imperium-pretectur-dioceses-propinsi.
  • untuk mempertahankan kekuasaan atas wilayah yang sangat luas dirempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak ditiru oleh bangsa-bangsa yang mempraktekkan penjajahan misalnya Belanda di Indonesia.
.
Bangsa Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya. Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot yang Anda kenal di Indonesia.
Di bidang hukum bangsa Romawi memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah dikembangkan pada hukum Romawi kuno.

Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5 SM sampai lahirnya kitab hukum jaman kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi 43 sejak jaman Theodosius. Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli hukum.
Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.
VI.            Pengaruh Peradaban Yunani dan Romawi pada Masyarakat Indonesia
·        Penggunaan istilah-istilah dalam astronomi dan astrologi seperti nama-nama planet yang diambil dari nama-nama dewa seperti Mercurius, Venus, Mars, Jupiter, Uranus, dan Saturnus. Selain itu, penggunaan kata-kata atlas, cancer, sirene, virgo, libra, helio, titan; istilah-istilah dalam dunia kedokteran seperti hygta, achiles, hymen, elektra, hipnos; istilah-istilah dalam bidang biologi seperti flora, fauna, cela, dan recipe; penggunaan lambang piala ular, min-plus, dan tapak kuda.
·        Budaya tukar cincin, ulang tahun perkawinan (Emas dan Perak).
·        Kebiasaan mengangkat dan membenturkan gelas pada upacara dan pestapesta.
·        Menaburkan bunga ke makam, mengalungkan karangan bunga, serta menaburkan bunga ke laut kalau ada yang meninggal di laut.
·        Perayaan tahun baru 1 Januari, yang pada masa Romawi merupakan hari penyembahan pada Dewa Janus.
·        Pesta olahraga Olimpiade.
·        Menggunakan hari Minggu untuk hari libur. Pada Romawi Purba, hari Minggu digunakan untuk memuja dewa matahari.Sistem kenegaraan yang menggunakan sistem Demokrasi





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar